Efek Transformasi Digital Bagi Dunia Bisnis di Indonesia

Gelombang transformasi digital tengah melanda Indonesia. Secara kasat mata, Anda bisa melihat tanda-tandanya. Pemakaian teknologi dalam semua sendi kehidupan di negeri kita semakin intens. Contoh paling sederhana adalah betapa tingginya penggunaan smartphone dalam kegiatan sehari-hari.

Namun, proses digitalisasi di Indonesia bukan sekadar asumsi belaka. Fakta di lapangan memang seperti itu. Bahkan, dampak digital transformation bagi dunia bisnis di negeri kita terbukti sangat besar. Sebuah hasil riset yang dirilis oleh CA Technologies pada November 2016 merupakan salah satu buktinya.

CA Technologies melakukan survei terhadap pelaku bisnis senior dan petinggi Information Technology (IT) di sejumlah perusahaan besar di 19 negara. Korporasi itu terbentang dari Benua Amerika, Eropa, Asia, hingga Australia. Hasilnya menunjukkan betapa besar dampak transformasi digital bagi organisasi bisnis di Indonesia.

Untuk menakarnya, CA Technologies mengeluarkan indikator yang disebut Business Impact Scorecard (BIS). Efek transformasi digital di Indonesia ternyata sungguh signifikan. Skor BIS di negeri kita mencapai 66. Perolehan ini jauh lebih tinggi dari skor global yang hanya mencapai 53. Bahkan, ketika dikerucutkan hanya kawasan Asia Pasifik dan Jepang, posisi Indonesia tetap lebih tinggi. Skor BIS Asia Pasifik dan Jepang cuma 56.

Fakta ini menunjukkan digital transformation secara nyata sudah memengaruhi bisnis di Indonesia. Anda sebagai pelaku usaha mesti mencermatinya dengan baik. Mau tidak mau, Anda mesti menyambut kehadiran transformasi digital di organisasi Anda supaya tidak tertinggal.

APAKAH TRANSFORMASI DIGITAL ITU?

 Efek-Transformasi-Digital-Bagi-Dunia-Bisnis-di-Indonesia

Source: Pixabay

Untuk bisa melakukannya, pertama-tama Anda harus mengenal transformasi digital secara baik. Pemaparan seorang konsultan IT, Mark Edmead di CIO.com, tentang digital transformation bisa menjadi rujukan.

Pada dasarnya, transformasi digital dalam dunia bisnis bisa dipandang sebagai transformasi bisnis. Terdapat perubahan dalam beragam hal di dunia usaha mulai dari sistem operasi, cara menjangka konsumen, hingga cara kerja akibat perkembangan teknologi. Tak aneh, transformasi digital di dunia bisnis kerap disebut pula sebagai digital business transformation.

Kondisi ini terjadi karena beberapa faktor mulai dari perkembangan teknologi, perubahan perilaku konsumen, hingga faktor-faktor eksternal. Semua itu memaksa dunia bisnis untuk berubah mengikutinya.

Ambil contoh terkait perkembangan teknologi. Dampak transformasi digital yang paling kentara adalah kehadiran fenomena digital distruptions. Teknologi bisa mengubah sistem kerja, misalnya terkait kecepatan menarik data. Namun, perkembangan teknologi juga bisa dirasa merepotkan karena memaksa terjadinya perubahan dalam operasional. Patut disadari bahwa tidak mudah untuk membuat perubahan dalam segi apa pun.

Perubahan akibat transformasi digital juga terjadi dalam perilaku konsumen. Adaptasi teknologi dalam keseharian membuat tuntutan pelanggan kian besar. Mereka ingin dilayani dan mendapatkan produk yang diinginkan setiap saat dengan mudah. Hanya dengan menekan tombol, konsumen sudah berharap keinginannya terpenuhi. Ini mesti disikapi oleh para pelaku bisnis.

Perkembangan teknologi yang pesat ikut membuat sejumlah faktor eksternal berubah. Aturan hukum bisa berganti. Bentuk peta kompetisi bisnis bisa ikut berubah. Bahkan, hubungan dengan mitra bisnis dapat pula terpengaruh. Sama seperti perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, hal ini mesti disikapi dengan baik.

MENYIKAPI TRANSFORMASI DIGITAL

 Efek-Transformasi-Digital-Bagi-Dunia-Bisnis-di-Indonesia

Source: Pixabay

Lantas, apakah transformasi digital itu bakal merugikan atau justru menghadirkan peluang baru yang menguntungkan bagi bisnis Anda? Kuncinya menurut Group Chief Executive Accenture Digital, Mike Stutcliff, terkait dengan kemampuan mengikuti digital transformation. Jika mampu mengarahkan bisnis Anda berkembang ke arah digital enterprise, maka transformasi digital akan berdampak positif.

Digital enterprise bukan sekadar merespons pelanggan dengan cara-cara digital. Hal itu lebih jauh “dalam” lagi. Digital enterprise berarti mampu menciptakan model bisnis maupun proses bisnis baru untuk mengganti yang sebelumnya tidak disesuaikan untuk dunia digital.

Hal ini terlihat mudah, namun praktiknya sungguh menantang. Cukup banyak perusahaan yang kesulitan merespons transformasi digital dengan baik sehingga terpukul, bahkan kolaps. Tentu tidak ada yang mau bernasib seperti itu bukan?

Untuk menyikapi dampak transformasi digital bagi dunia bisnis, ada sejumlah langkah yang dapat diambil. Sesudah melakukan riset selama tiga tahun, Capgemini dan MIT Center for Digital Business mencoba memberikan solusinya. Mereka menyarankan sejumlah program yang bisa efektif membantu dunia bisnis merespons transformasi digital dengan baik.

Menurut mereka, dunia bisnis mesti membenahi costumer experience, proses operasi bisnis, dan model bisnis masing-masing. Hal itu wajib ditata ulang untuk menjawab tuntutan yang tengah terjadi.

Jika mampu melakukannya, transformasi digital bukannya akan meredupkan bisnis. Digital transformation justru akan mampu membuka sejumlah peluang baru yang menantang. Maukah Anda menjawab tantangan tersebut?